Lantai

“Pengertian Lantai”

097825dd7a48d978b7165ac4f510cbca

Lantai merupakan salah satu elemen bagian dasar bangunan. Lantai memiliki peran penting untuk memperkuat eksistensi objek yang berada di dalam ruang. Pemilihan lantai sangat mempengaruhi kesan penampilan sebuah ruang. Fungsi lantai yaitu menunjang aktivitas dalam ruang dan bentuk karakter ruang. Dari estetika lantai berfungsi untuk memperindah ruang dan membentuk karakter ruang.

Lantai rumah digunakan untuk meletakkan barang-barang dan mendukung aktivitas seperti berjalan. Karakter lantai yang biasanya muncul yaitu tidak licin dan tahan lama. Lantai memiliki peran penting untuk mendukung beban beban langsung dari barang-barang dan aktivitas diatasnya.

Macam-Macam Lantai

Lantai adalah bagian terakhir yang diselesaikan ketika membangun sebuah rumah. Walaupun lantai di kerjakan pada bagian akhir, tetapi hal ini tidak dapat diremehkan. Penerapan desain lantai biasanya bergantung pada konsep banguanan atau ruang itu sendiri/diselaraskan dengan ruangan. Seperti pemilihan material, tekstur, dan juga motifnya.

Setiap jenis lantai pasti memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri.

1. Desain Lantai Keramik

keramik 2

Desain ini paling sering digunakan di rumah hunian. Alasannya karena banyaknya motif lantai keramik yang menarik. Lantai keramik biasanya digunakan seluruh ruang di rumah. Namun desain ini tidak cocok untuk diterapkan di kamar tidur, karena mudah mengalami perubahan suhu sehingga mudah retak dan tidak nyaman di injak. Sebaliknya dengan kamar mandi, desain ini sangat cocok untuk diterapkan di kamar mandi. Tetapi tidak semua keramik bisa diterapkan dikamar mandi. Keramik yang bisa di terapkan di kamar mandi yaitu keramik bertekstur agak kasar supaya tidak licin.

2. Desain Lantai Marmer

marmer 2

Marmer relatif lebih mahal dari pada jenis yang lainnya. Desain lantai marmer termasuk kedalam jenis batu alam. Desain ini juga sering digunakan untuk desain interior lainnya, seperti dinding dan lain-lain.

Kekurangan desain ini yaitu mudah berjamur dan memudar jika sering terkena sinar matahari secara langsung. Jadi di anjurkan tidak menggunakan marmer pada outdoor. Kelebihan dari marmer yaitu beragam warna dan motifnya juga marmer menpunyai pola yang menyambung.

3. Desain Lantai Granit

granit 2

Desain ini sangat populer karena tampilannya yang mewah dan lebih mengkilap. Lantai Granit lebih unggul dari desain lantai marmer karena teksturnya yang lebih padat sehingga cocok untuk area yang terkena banyak air seperti kamar mandi. Kelebihan desain lantai granit selain teksturnya yang padat yaitu lebih mudah dibersihkan.

Lantai ini juga lebih keras sehingga tidak mudah tergores. Desain lantai keramik juga mempunyai warna yang lembut dan motif yang tegas sehingga lantai granit terlihat lebih tegas.

4. Desain Lantai Kayu

kayu 3

Desain ini sangat cocok digunakan di kamar tidur karena lantai kayunya yang hangat. Kamar tidur mudah mengalami perubahan suhu sehingga cocok menggunakan desain lantai kayu karena tahan terhadap perubahan suhu dan nyaman untuk di injak. Kelemahan dari desain lantai kayu yaitu harus menggunakan lagi pelapis lantai.

5. Desain Lantai Parket

parquet

Desain ini terlihat lebih menawan dari desain  kayu. Kelebihan desain parket yaitu lebih halus, mempunyai banyak warna dan motifnya juga beragam. Walaupun desain perket dari pabrik, parket tetap saja memiliki material dari kayu sehingga mudah terbagar dan tidak cocok diarea yang basah.

6. Desain Lantai Karpet

karpet

Desain lantai karpet biasanya di terapkan di ruang keluarga, ruang tamu dan juga kamar tidur. Desain karpet memiliki kesan yang hangat saat di injak. Kelebihan dari desain ini yaitu mudah diselaraskan dengan gaya interior ruangan karena mempunyai banyak warna dan motif. Desain ini biasanya digunakan pada ruangan yang luas. hindari penggunaan desain lantai karpet di kamar mandi karena menyerap banyak air.

7. Desain Lantai Batu Alam

Children's Garden

Desain ini termasuk desain lantai yang sangat awet. Tidak semua batu alam yang bisa di gunakan sebagai lantai. Hanya batu alam yang mempunya tekstur tidak terlalu kasar. Batu alam yang bisa digunakan pada ruangan yaitu marmer, granik, basalto dan juga andersit. Batu kerikil juga bisa digunakan di kamar mandi karena tidak licin dan bisa dibuat motif sendiri. Kelemahan desain batu alam yaitu mudah terkena noda seperti marmar jadi hindari pemasangan marmer dari dapur.

8. Desain Lantai Tegel

tegel 2

Desain ini biasanya diterapkan pada rumah bergaya klasik. Desain ini memiliki corak etnik yang beragam sehingga mudah diselaraskan dengan desain interior. Kelebihan dari desain lantai tegel yaitu menampilkan keteduhan dengan permukaan yang sejuk ketika diinjak. Jenis lantai ini sangat cocok digunakan pada ruang tamu. selain ini lantai tegel juga mudah di bersihkan.

sumber : https://id.pinterest.com
         https://www.lamudi.co.id
         https://www.dekoruma.com

Dinding

Dinding adalah salah satu element bangunan yang berfungsi sebagai pembatas suatu ruang. Jenis utama dinding structural yaitu dinding bangunan, dinding pembatas (Boundary), dan dinding penahan (Retaining).

1

Selain pembatas ruang, dinding memiliki fungsi lain diantaranya;

  • Menyokong atap dan langit-langit,
  • Melindungi terhadap cuaca
  • Peredam terhadap bunyi, baik dari dalam maupun luar ruangan

Jenis – jenis dinding;

  1. Dinding Partisi

Dinding partisi adalah dinding yang memisahkan antar ruang dalam. Dinding partisi biasanya dipakai di ruangan yang cukup luas. Dinding ini juga bisa di variasikan, contohnya kita bisa memvariasikan dinding ini dengan materialnya, dan bisa disusun dengan berbagai pola dan motif tertentu untuk mempercantik suatu ruangan.

2

Tidak hanya pemisah antar ruang dalam, partisi juga bisa berbentuk rak, vertical garden, balok batu, dekoratif. Dinding partisi terbuat dari gypsum, fiber, tripleks atau duplex. Keunggulan dari dinding partisi yaitu ringan dan praktis dalam pemasangannya. Kekurangannya yaitu sifatnya yang permanen.

 

Fungsi dinding partisi;

  • Sebagai pembatas ruang dalam
  • Aksen dekoratif atau element estetis
  • Element penunjang interior

Jenis – jenis dinding partisi;

  • Partisi permanen

Maksud dari partisi permanen yaitu dibuat atau dibangun secara permanen yang artinya tidak bisa dipindahkan kecuali di bongkar.

3

  • Partisi non-permanen

Partisi non permanen yaitu partisi yang fleksibel dalam bentuk ukuran. Partisi ini tidak bersifat tetap, artinya dapat dipindahkan sesuai keinginan pemilik rumah. Contoh partisi non permanen yaitu rak.

4

  • Partisi Akustik

Partisi akustik memiliki fungsi meminimalisir terjadinya bocor tampilan, baik itu visual maupun audio. Biasanya partisi ini digunakan untuk ruangan yang memiliki privasi tinggi. Material partisi akustik yaitu rockwool, glasswool, yumenboard, kayu/ softboard/ multipleks, dan kain atau wall covering.

5

  1. Dinding Pembatas

Dinding pembatas untuk menandakan batas lahan, atau disebut dinding privasi.

 

  1. Dinding Penahan

Digunakan pada tanah dan dibutuhkan stuktur tambahan untuk menahan tekanan tanah

 

  1. Dinding Struktrural

Jenis dinding ini yaitu untuk menopang atap dan sama sekali tidak menggunakan cor beton untuk kolom. Konstruksinya 100% mengandalkan pasangan batubata dan semen. Dinding Struktural adalah dinding yang berperan penting sebagai penyusun konstruksi bangunan atas, artinya selain pondasi, kolom dan rangka, dinding juga berperan untuk menopang beban bangunan atas lalu menyalurkannya kedalam tanah agar gaya dapat di redam.

 

  1. Dinding Non-struktural

Dinding yang tidak menopang beban, hanya sebagai pembatas apabila dinding di robohkan, maka bangunan tetap berdiri. beberapa material dinding non-struktural diantaranya seperti batu bata, batako, bata ringan, kayu dan kaca.

Dinding nonstruktural ialah dinding yang tidak ikut terlibat sebagai salah satu struktur bangunan. Dinding ini sama sekali tidak ikut campur menahan beban bangunan, terutama beban yang bersumber dari konstruksi bagian atas. Jadi fungsi utama dari dinding struktural hanyalah sebagai partisi untuk membatasi ruangan. Dinding kamar tidur dan dinding kamar mandi biasanya dibuat dengan konsep nonstruktural. Selain dinding tersebut, bagian dari bangunan lainnya yang juga termasuk elemen nonstruktural yaitu lantai, plafon, dan tangga.

Sumber; https://id.wikipedia.org/wiki/Dinding

https://verdant.id/interior/mengenal-dinding-partisi/

https://id.pinterest.com/

http://furnizing.com/article/desain-dinding-partisi

MACAM – MACAM BENTUK TANGGA

Tangga adalah penghubung ruang antara lantai satu dengan lantai berikutnya. Tangga mempunyai berbagai macam bentuk. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan ukuran ruangan maupun estetika ruangan.

Berikut adalah contoh contoh bentuk tangga;

  1. Tangga lurus atau tangga I

https://id.pinterest.com/pin/747245763143082723/

Tangga ini bisa disebut juga tangga Linear. Kelebihan tangga lurus yaitu bawah tangga bisa dijadikan ruangan.  Tangga I membutuhkan ruangan yang cukup luas dan juga ruangan yang memanjang. Alasanya karena ketinggian sebuah ruang tergantung dengan anak tangga linear, maka semakin tinggi semakin banyak pula anak tangga yang akan dipakai tergantung kemiringan anak tangga. Contohnya seorang pemilik rumah menginginkan ketinggian ruang dirumahnya yaitu 3 Meter maka cara menghitung luas area tangga yaitu:

Diketahui :       Tinggi ruang = 300 cm

Tinggi anak tangga = 20 cm

Lebar anak tangga = 30 cm

Maka :  anak tangga

15 x 30 = 450 cm²

Jadi ruangan yang dibutuhkan yaitu 450 cm² (4,5 M²)

  1. Tangga L (Tangga Belok Arah)

2

Tangga L lebih banyak digunakan dibanding tangga lurus. Karena tangga ini memerlukan luas area yang lebih sedikit dibanding tangga lurus.  Seperti namanya tangga ini berbelok arah seperti huruf L, maka dari itu tangga ini sering di sebut tangga L. pada bagian tengah tangga atau bagian perbelokan tangga terdapat bordes. Kegunaan bordes yaitu untuk beristirahat sejenak. Tangga L ditempatkan di sudut ruangan. Kekurangan dari tangga ini yaitu bawah ruang tangga tidak dapat dipakai ruangan karena ruangan dibawah tangga kecil. Walau tidak bisa dipakai ruangan, bawah tangga ini bisa digunakan untuk menyimpan lemari yang bentuknya disesuaikan dengan tangga. Supaya menambah estetika ruangan. Tetapi jika kita ingin menambahkan lemari disarankan mengukan lemari kaca agar ruangan tidak terlihat terlalu sempit atau berkesan ruangan lebih luas.

  1. Tangga Berlawanan Arah

3

Tangga ini lebih sering disebut tangga U karena bentuknya yang seperti huruf U.  tangga ini juga sering ditempatkan di pojok ruangan. Tangga ini memerlukan area lebih luas dibandingkan tangga L.  bordes pada tangga U lebih besar atau lebih panjang dibanding tangga L. karena bentuk tangga yang berbalik arah maka bordes mengikuti anak tangga lainnya.

Ruangan bawah tangga U Lebih luas atau besar sehingga ruang bawah tangga bisa dimanfaatkan untuk ruangan contohnya seperti kamar mandi ataupun ruang lainnya. Tangga ini lebih sering digunakan pada rumah berkonsep modern.

  1. Tangga Bercabang4

Tangga ini lebih sering disebut dengan tangga Y karena bentuknya yang mirip dengan huruf Y. Tangga Y lebih membutuhkan tempat yang luas karena mempunyai betuk yang bercabang ke kiri dan ke kanan.

Tangga bercabang mempunyai kesan yang mewah. Tangga ini biasanya digunakan pada rumah berkonsep klasik. Tangga Y biasanya ditempatkan di tengah – tengah ruangan karena maksud dari tangga ini untuk menghubungkan area kana dan kiri.

  1. Tangga Melingkar

5

Tangga melingkar disebut juga tangga spiral. Tangga ini berbentuk melingkar seperti Lingkaran. Kelebihan dari tangga ini yaitu tidak membutuhkan banyak ruang atau minimnya ruang yang dipakai. Ukurang tangga ini biasanya hanya 1,5 m x 1,5m.

Bahan – bahan yang digunakan pada tangga ini yaitu kayu, besi, beton ataupun kaca. Tergantung dengan konsep bangunan itu sendiri. Tetapi biasanya orang – orang lebih sering menggunakan tangga ini dengan bahan besi karena cara pembuatannya yang mudah dibentuk.

Kelemahan tangga ini yaitu karena tangganya yang kecil sehingga susah dilewati untuk beberapa orang. Artinya tangga ini hanya bisa dilewati satu orang.

  1. Tangga Tegak

6

Tangga ini bisa disebut juga dengan tangga monyet. Bahan yang sering dipakai untuk tangga monyet yaitu kayu. Tangga ini biasanya digunakan untuk menghubungkan kasur bertingkat, loteng. Bahan yang digunakan untuk tangga monyet yaitu kayu, besi, dan masih banyak lagi.

Kekurangan dari tangga ini yaitu tidak diperuntukkan untuk umum atau penghubung antar ruang satu dan ruang berikutnyanya. Kelebihan tangga ini yaitu bisa dilipat dan juga tidak membutuhkan area atau ruang yang besar.

sumber :

https://id.pinterest.com/pin/747245763143082723/

https://id.pinterest.com/pin/210332245080527918/

https://id.pinterest.com/pin/294282156894719925/

https://www.rumahku.com/artikel/read/mengenal-model-tangga-408752

https://id.pinterest.com/pin/467600373790700777/

https://rumahmebel.id/product/tempat-tidur-anak-3-tingkat/

KONSEP DAN GAYA INTERIOR

Desain Interior biasanya tergantung pada daerah rumah yang akan dibangun atau bisa juga tergantung selera pemilik rumah. Selain itu, rumah juga mencerminkan kepribadian seorang pemilik.

Berikut adalah contoh Gaya atau Desain Interior rumah:

  1. KLASIK

Titik fokus interior klasik biasanya berupa obyek berukuran besar, contohnya tangga, furniture atau obyek lainnya. Interior Rumah Klasik didominasi oleh profil-porfil dan ukiran-ukiran.Warna-warna yang digunakan oleh gaya klasik sering terinspirasi oleh alam, seperti warna kuning emas, hijau daun, coklat kayu, putih, hitam, warna tanah dan lain-lain. Dalam konsep ini biasanya kita menemukan patung, Vas bunga berukuran besar, lampu gantung kristal yang besar. objek tersebut dapat memberikan kesan mewah pada ruangan desain klasik.

Arsitektur Klasik adalah gaya bangunan yang mengacu pada zaman klasik Yunani kuno pada periode kekaisaran Romawi. Gaya klasik banyak dijumpai di Benua Eropa.

Designrumah.co.id

Gaya Arsitektur Klasik memiliki detail  yang rumit pada pintu masuk, jendela dan juga atapnya. Gaya ini identik dengan Kolom yang besar dan berkesan mewah. Biasanya konsep ini digunakan oleh orang kalangan menengah keatas.

Ciri-Ciri Gaya Interior Klasik:

  • Terdapat banyak ukiran
  • Ukuran dinding dan jendela lebih besar
  • Ukuran kolom lebih besar
  • Memakai warna alam (dominan warna putih)
  • Memiliki banguan yang luas/besar
  • Memiliki ornamen, Seperti patung dll.

Kelebihan:

  • Memiliki kesan yang mewah

Kekurangan:

  • Pembangunan gaya klasik bisa terbilang mahal
  • Pengerjaannya Lama
  • Perawatannya Sulit
  1. Mediterania

Nama Mediterania sendiri berasal dari mediterraneus Latin, yang berarti “pedalaman” atau “di tengah daratan” (dari medium, “tengah” dan terra, “darat”). Merancang rumah dengan gaya Mediterania, adalah seperti merancang hunian untuk sebuah gaya hidup santai nan ramah.

Mediterania sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gaya klasik.

Kesamaan antara klasik dan mediterania yaitu sama-sama menggunakan warna alam. Perbedaannya yaitu gaya mediterania lebih menggunakan warna warna laut seperti warna biru, warna pasir.

Wilayah Mediterania mengikuti 3 Benua yaitu Eropa, Asia dan Afrika. Gaya arsitektur Mediterania di Indonesia sendiri banyak terpengaruh oleh peradaban Islam yang terlihat dari bentuk lengkung pada pintu masuk, jendela, dan serambi.

www.traveldigg.com

Sumber: http://www.traveldigg.com

Ciri-Ciri Gaya Interior Mediterania:

  • Sebuah bangunan bergaya arsitektur Mediterania biasanya mempunyai portico, atau yang menyerupai portico, karena merupakan ciri kunci dari gaya arsitektur Mediterania
  • kolom,  memiliki sejumlah bentuk kolom dan penyangga, di daerah pantai Pasifik, kolom pendukung yang sering digunakan adalah kolom yang terbuat dari batubata, sebagai bagian dari kolonade biasanya mengelilingi patio.
  • Balok, berfungsi untuk menghubungkan kolom satu dengan yang lain  berbentuk semi-sirkular (arches) dilengkapi dengan mahkota dan alas kolom yang sederhana.
  • Balustrade, merupakan barisan atau susunan horisontal dari tiang-tiang yang di satukan railing (rel penghubung) berupa kayu, besi atau bahan lain. Balustrade merupakan permainan hias (dekorati f) yang terdapat pada rangkaian tiang-tiang pengaman di atas bangunan, balkon, atau tangga yang mempunyai dua lantai, maka biasanya juga memiliki citra keindahan khas Medi terania. mempunyai balkon.
  • Pintu Masuk Utama (doorway)memiliki beberapa bentukan terutama karena pengaruh Bizantium, Moorish, Spanish Gothic dan bentuk pintu masuk utama yang paling sering digunakan adalah bentuk Spanish Renaissance.
  • Jendela-jendela, biasanya berukuran relatif kecil dan berbentuk persegi panjang atau kotak-kotak kecil
  • Dinding, umumnya terbuat dari tanah liat yang dibakar (adobe) merupakan ciri khas dinding bangunan Mediterania, yang tiap kali disegarkan kembali  dengan cat kapur.
  • Atap, bangunan yang berarsitektur Mediterania menggunakan atap miring.
  • Kubah, kadang juga digunakan pada bangunan dengan gaya arsitektur ini (ini banyak dijumpai pada bangunan-bangunan mediterania di Indonesia).
  • Warna, permainan warna menghadirkan perbedaan pada rumah tinggal kalangan atas (yang cenderung memilih warna-warna pastel) dan kalangan bawah (yang  lebih berani bermain-main dengan komposisi warna).

Kelebihan:

  • Memiliki kesan yang megah/mewah

Kekurangan:

  • Perawatan yang sulit
  • Gaya Mediterania bisa terbilang Mahal

 

  1. Modern

            Gaya Arsitektur Modern lebih mengutakan bentuk, ukuran dan bahan. Gaya ini memiliki ornament yang sangat minim. Pertama muncul pada sekitar tahun 1900. Pada tahun 1940 gaya ini telah diperkuat dan dikenali dengan Gaya Internasional dan menjadi bangunan yang dominan untuk beberapa dekade dalam abad ke 20 ini.

Sumber: architecturaldigest.com

Hunian yang memiliki gaya Arsitektur Modern harus mampu menghadirkan gaya hidup masa kini di dalam bangunan. Arsitektur Modern adalah arsitektur yang dilandasi oleh komposisi massa dinamis, non aksial dan yang paling penting didasarkan atas pembentukan ruang-ruang, baik didalam maupun diantara bangunan (Ir. Sidharta, Arsitektur Indonesia). Karya dalam bidang arsitektur yang dapat dihasilkan dari alam pemikiran modern yang dicirikan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru, hebat dan kontemporer  sebagai pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya.

Ciri-Ciri Gaya Interior Modern:

  • Elemen garis yang simetris dan bersih
  • Rancangan yang terbuka dan banyak element kaya
  • Variasi warna yang mencolok
  • Semakin sederhana, nilai bangunan modern semakin bertambah
  • Lebih mengutamakan bentuk, ukuran dan bahan
  • Tidak memakai ornament atau meminimalkan pemakaian ornament
  • Geometris
  1. Minimalis

            Interior minimalis adalah gaya yang mengkombinasihan harmoni dan keseimbangan. konsep arsitektur minimalis adalah pencapaian ke kualitas yang esensial untuk menghasilkan kesederhanaan.  Idenya adalah tidak sepenuhnya tanpa ornamen, tetapi bahwa semua bagian, detail dan pemakaian bahan dari kayu  dikurangi  ke tahap di mana tidak ada yang dapat menghapus apa-apa lagi untuk meningkatkan desain.

Sumber: Goodminds.id

Ciri-Ciri Gaya Interior Minimalis:

  • Lebih mengutamakan fungsi
  • Rumah Minimalis biasanya berbentuk Geometris
  • Rumah Minimalis menggunakan material bangunan sederhana dengan hasil maksimal
  • Memaksimalkan pencahayaan dalam rumah